Suatu ketika, Nabi SAW pulang dari perjalanan bersama Abu Bakar ra dan Umar ra, lalu bertanya pada Aisyah ra, apakah ada seseorg yg mencarinya. Aisyah menjawab, ada seseorg dari negeri Yaman ingin bertemu dg Nabi SAW, tetapi sudah pulang lagi karena tdk ingin berlama-lama meninggalkan ibunya. Umar bertanya, siapa gerangan yg dimaksud nabi. Nabi berkata, dia adalah Uwais Al Qarni, seorng yg dijamin masuk surga. Jika kelak kalian bertemu, mintalah didoakan padanya. Waktupun berlalu, hingga Nabi SAW dan Abu Bakar tlah tiada, Umar pun menjadi khalifah. Umar selalu mengingat wasiat dari Nabi, dan selalu menanyakan pada rombongan dagang dari Yaman ttg Uwais Al qorni. Suatu ketika terbetik khabar, bahwa di sebuah rombongan dari Yaman, ada seseorang yg bernama uwais al qorni, bergegas Umar dan Ali, mencarinya. Ternyata, uwais bukanlah seorang ulama ataupun bangsawan, dia hanyalah seorg yg bertugas menjaga unta-unta. Umar sangat penasaran dan segera menemuinya. Setelah bertemu, Umar dan Ali menyampaikan pesan Nabi agar dido’akan dan menanyakan amalan apa yg diperbuat uwais sehingga mendapat jaminan surga. Uwais menjawab, saya hanyalah hamba Allah… Umar pun tidak puas atas jawaban uwais dan menanyakan lagi, apa keseharian uwais.. Tidak ada yg istimewa, sehari-hari uwais menjaga ibunya sampai akhir hayatnya, dan setelah itulah uwais bisa bepergian jauh. Amalan yg sederhana, berbakti kepada orang tua dengan keikhlasan, ternyata membawa Uwais kepada kemuliaan, menjadi calon penghuni surga…