Dini hari, jam setengah 3 pagi, di tengah keheningan malam, bunyi ring tone messanger seakan memanggil. Sebut saja Adun, beranjak bangun, membuka BBM groupnya. Dia memang janjian, kalau minta dibangunkan untuk shalat tahajud bareng. Pagi harinya, sambil sarapan, BB sudah ditangan, sekedar mengetik “selamat pagi” buat teman2 di group. Kadang saling mengingatkan shalat dhuha, tak jarang, mem-post do’a di pagi hari atau bercerita rencana schedule kerja hari ini.
Ada saja yang jadi bahan pembicaraan tiap hari, curhat seorang istri yg lagi marahan sama suaminya, ngobrolin kelakuan anak, curhat sepeda hilang, ada yg tanya masalah agama, politik, tempat berlibur , sampai cerita saru dan diskusi obat kuat segala. Tak hanya Adun, istrinya pun punya group BBM “soulmate”, yang saling bertegur sapa, bercerita apa saja. Ada juga group ibu-ibu yang anak-anaknya sekelas di SD, bertukar info tentang guru, kejadian di sekolah sampai nanya soal PR anak. Ada group teman SD, teman kuliah, teman kantor, ortu tempat les basket, group pengajian, teman komplek dll.
Group chatting “Barokah” adalah kumpulan sahabat-sahabat lama Adun, semasa SMA di Bandung, yg sekarang telah tersebar diberbagai tempat dan beragam profesi. Ada 14 member yang bergabung di group itu, tersebar di 5 kota, ada yang berprofesi sebagai dokter spesialis, PNS, karyawan BUMN, executive swasta, banker dan sebagainya. Umur early forty, menandakan kemapanan kehidupan yang telah dicapai, so pasti, kesibukan yang super menjadi agenda teman2 di group Barokah. Dalam sebulan, pasti ada aja anggota group yang entah pergi dinas ke luar negeri atau luar kota, dan pasti schedulenya update terus di BBM. Terkadang kiriman foto, menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu. Ketika salah satu anggota Barokah, pergi dinas, pemandangan pantai Jumeirah Dubai, semangkok Yamin akung dari bandung, foto dengan latar belakang istana Binennhof dari Den Haag, kepiting kenari lada hitam dari samarinda, woozt dalam hitungan detik sudah bisa di-share. Globalisasi digital, membuat segala sesuatu yang jauh menjadi dekat. Tetapi, di tempat lainnya, di depan meja makan, seluruh keluarga hadir menikmati makan malam bersama, tetapi keheningan melanda anggota keluarga ini. Semua asyik ma’syuk dengan gadgetnya masing-masing di tangan. Sang Ayah sibuk mengecek push email-nya, Ibu ber-bbm ria, mengatur menu arisan besok, kakak asyik dengan Ipad-nya melihat hasil pertandingan bola liga inggris, si adik juga tak mau kalah, anteng main game angry-bird di android. Makan malam pun hanya ritual formal berkumpul satu meja, tak ada sapa ataupun obrolan yang terjadi. Hati dan pikiran mereka tidak sedang bersama-sama. Yang dekat menjadi semakin jauh sekarang.
BBM yang menjadi trend sekarang masa kini, membuat teman-teman lama tersambung secara realtime, menjadikan ikatan persahabatan menguat kembali. Mungkin bagi sebagian orang, menjadi konotasi negatif, karena bisa jadi bertemu pacar lama dan cinta lamapun bersemi kembali (CLBK), atau memang menjadikan bbm tempat untuk mencari perselingkuhan. “Hidup ini memang gimana niatnya” celetuk seorang teman. Tapi bagi sebagian yang lain, bbm dapat merajut tali silaturahmi, wahana buat sharing, ber-net working ria menambah peluang bisnis dan menemukan persahabatan sejati, yang konon menjadi semakin mahal di tengah hiruk pikuk kehidupan metropolitan sekarang. Pada dasarnya, manusia adalah sosok sosial, yang butuh berkelompok, butuh dukungan pertemanan, kekeluargaan, saling mengingatkan, saling menyayangi serta berdiskusi. Tapi memang segala sesuatu, harus ada porsinya. Tips yang bagus mengenai etika ber-bb di keluarga, di meja makan, harus seperti di meja rapat kantor, handpone dilarang berbunyi atau disimpan di lemari. Waktu makan malam adalah waktu bersama dengan keluarga, stop bbm, push email, msn, FB, game dan lain-lain. (Kata Pak Rhenald Kasali….)
Cerita dari seorang teman, ada keluarga yang berujung perceraian, gara-gara cemburu atas perhatian yang diberikan pasanganya pada pertemanan di BBM yang dinilai berlebihan, sehingga timbul syak prasangka ada pihak ketiga di rumah tangga.
Semoga dengan keterbukaan, keluhuran dalam etika berteman, dan paham atas batas-batas pergaulan hubungan teman, saling berbagi cerita di dunia maya lewat BBM, tidak hanya menularkan semangat kerja, juga saling belajar dari pengalaman sahabat yang lain.
Ini petikan posting di Barokah :
WS:
Mana nech yang lagi trip ke Sweden, belum posting ya ?
Ada yang mau nraktir di inul, dapet promosi euy…ya Bud?
AM:
Congrats bud, beneran nih makan2 di inul vizta? Lagi hectic nech….
WS:
Budhe, lagi sibuk musrenbang kah?
BY:
Mangga, mau dimana aja juga AM
TS:
Musrenbang skt feb-apr, WS
AM:
Syiipp, sok atuh di inul sembari karaoke karo koe J
WS:
AM, jgn hectic aja, mending hatric yuk?
AM:
Iya, ya….futsal yuk
TS:
Kebetulan assisten yg nginep blum ada..jd lumayan hectic di kantor n rumah (ikutan AM)
AM;
Di rumah hecticnya jam berapa ?
CA:
AM umpan lambung euy…
TS:
Tergantung permintaan donk…
Ini juga baru ketiduran..he he
Semoga silaturahmi yang jauh tetap terjalin, menjaga persahabatan sejati yang dimiliki.
Semoga keutuhan dan komunikasi keluarga pun tetap terjalin rapih.
*semoga Barokah tetep eksis, kapan kopdar lagi ya ?